Warnoto Fisika

Lulusan UNY tahun 2000 dari Pendidikan Fisika FMIPA, mengajar di SMA N 1 Subah Kab. Batang Jawa Tengah. Minat pada bidang Teknologi, Arsitektur dan Keagamaan...

Selengkapnya
Kal, kkal, kal

Kal, kkal, kal

Kal, kkal, kal, kode apa lagi ini ? Apakah ini mengisaratkan suatu energi tersembunyi ? Kode kode di atas ternyata penting bagi para pejuang. Ya, mereka yang sedang fokus untuk mengatur jumlah asupan makanan harian. Mereka adalah para pejuang tangguh yang dituntut tegar dalam menghadapi godaan di sekeliling mereka. Ya, Pejuang diet.

Kal, kkal, kal adalah tulisan yang jamak ditemukan pada label makanan kemasan standar. Tulisan -tulisan itu mewakili jumlah energi yang terkandung dalam takaran saji makanan yang dikemas. Sayangnya sering terjadi kekacauan penulisan lantaran tidak diperhatikan penulisan “k” apakah sebagai huruf kapital ataupun huruf latin. Padahal, pembedaan penulisan dimaksudkan untuk menyatakan dasar definisi yang berbeda. Parahnya, ada website atau blog kesehatan yang salah dalam menulis. Padahal website tersebut mendedikasikan diri dalam bidang kesehatan.

Kal, kkal, kal adalah salah satu satuan energi, disamping satuan baku dalam Sistem Internasioal ( SI ) yaitu joule. Dalam kehidupan nyata jamak kita temukan penggunaan lebih dari satu sistem satuan. Satuan baku digunakan dalam ilmu pengetahuan sementara bidang khusus lain menggunakan sistem satuan yang berbeda. Di bidang transportasi laut kita mengenal satuan knot disamping satuan baku Km/jam. Di bidang industri/teknik ada satuan inchi disamping cm dan m. Demikian juga dalam bidang kesehatan dan kimia industri ada satuan energi di atas.

Lalu, apa makna sebenarnya penulisan satuan energi tersebut?

Pertama adalah kal (dengan k huruf latin), dibaca kalori, maknanya adalah besarnya energi yang dibutuhkan oleh satu gram air agar terjadi kenaikan suhu satu derajad celcius pada tekanan satu atmosfer. Kedua adalah Kal (dengan K huruf kapital) dibaca kilokalori, memiliki makna besarnya energi yang dibutuhkan oleh satu kilogram air agar terjadi kenaikan suhu satu derajad celcius pada tekanan satu atmosfer. Jadi Kal nilainya lebih tinggi daripada kal karena zat yang dikenai kalor lebih banyak. Analoginya mirip dengan hubungan satuan sentimeter dengan meter. Untuk hasil pengukuran yang rendah menggunakan satuan kal sementara hasil yang besar dinyatakan dalam Kal. Adapun yang ketiga adalah kkal yang juga dibaca kilokalori. Huruf k yang pertama adalah singkatan dari kilo sedangkan kal adalah sesuai definisi pertama. Kilo adalah kelipatan seribu dari satuan yang digunakan. Dengan demikian kkal maknanya adalah seribu kalori. Secara kebetulan makna kuantitasnya adalah sama baik Kal maupun kkal meskipun secara definisi berbeda.

Sebagai patokan, karena kandungan energi bahan pangan kemasan adalah tinggi maka bagaimanapun cara penulisannya dapat dianggap sebagai Kal atau semakna kkal, bukan kal. Sekarang ambil contoh bagaimana memaknai informasi pada kemasan. Label pada salah satu merek susu bubuk menginformasikan total energi per sajian ( 3 sendok makan ) adalah 170 kkal (ditulis secara benar). Itu artinya jika anak kita pagi telah minum susu maka kebutuhan asupan kalori harian tinggal 1330 kkal (asumsi kebutuhan kalorinya 1500 kkal). Demikian bagaimana kita membaca satuan energi pada bahan pangan kemasan (*)

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

search